Kondisi Kesehatan Jurnalis TV One Babel Memburuk

Korban Pengeroyokan di Gudang PT. PMM

Berita, Headline105 Dilihat

PALEMBANG – Kasus kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Kontributor TV One, Frendy Primadana, yang menjadi korban pengeroyokan saat menjalankan tugas jurnalistik harus kembali dilarikan ke rumah sakit akibat kondisi luka yang semakin parah.

Sebelumnya, Frendy sempat mendapatkan perawatan medis di RSUP Air Anyir setelah mengalami kekerasan saat melakukan peliputan di depan gudang milik PT Putra Mineral Mandiri (PMM) di Jalan Lintas Timur, Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka. Di rumah sakit tersebut, korban menjalani pemeriksaan medis sekaligus visum.

banner 336x280

Namun tiga hari setelah kejadian, kondisi Frendy justru memburuk hingga akhirnya harus dirujuk dan dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Palembang.

“Baru saja dibawa lagi ke rumah sakit Palembang. Sebelumnya kan sempat di rumah sakit Bangka, cuma diperiksa dan diberi obat. Mungkin sekarang lukanya baru terasa parah,” ujar Dinda, istri korban, Kamis (12/3/2026).

Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi ketika sejumlah jurnalis melakukan peliputan di lokasi depan gudang perusahaan. Aksi anarkis diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak terima aktivitas peliputan di area tersebut.

Dalam kasus ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bangka Belitung telah menetapkan tiga tersangka pengeroyokan, yakni Maulid, Sahiridi, dan Hazari. Ketiganya kini telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

Selain melakukan pengeroyokan, para pelaku juga disebut sempat mengancam membunuh korban serta mengintimidasi para wartawan dengan merekam video sambil melarang aktivitas peliputan.

Korban dalam kejadian tersebut adalah Frendy Primadana dari TV One, Dedy Wahyudi dari Beritafakt.com, serta Wahyu Kurniawan dari Suarapos.com. Dua jurnalis mengalami pengeroyokan dan intimidasi.

Akibat kejadian itu, Frendy mengalami patah hidung dan luka berat pada bagian mata, sementara Dedy Wahyudi mengalami luka lebam di bagian wajah.

Kasus ini kembali menjadi sorotan terkait keselamatan jurnalis saat menjalankan tugas peliputan di lapangan.

Pihak kepolisian menyatakan proses penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aksi kekerasan tersebut.

Aksi pengeroyokan terhadap jurnalis yang terjadi di Bangka mendapat perhatian serius dari para wartawan di Bangka Belitung. Bahkan sejumlah organisasi pers, seperti Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) maupun NGO Internasional.

Selain itu organisasi perusahaan pers juga turut memantau perkembangan perkara ini diantaranya Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bangka Belitung dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bangka Belitung. (**)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *